KTI Asuhan kebidanan pada Ny. N mulai kehamilan 35 minggu sampai nifas 6 minggu dari tanggal 25 Oktober 2012 sampai Desember 2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Sebagai kodrat wanita pasti ingin memiliki keturunan. Sebelum mendapatkan keturunan ada masa yang harus dilewati yaitu masa kehamilan. Pada masa kehamilan wanita melewati proses yang cukup panjang. Walaupun kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir adalah proses yang alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita, namun dapat terjadi kemungkinan berkembang menjadi patologis. Oleh sebab itu tingginya kasus mortalitas dan morbiditas ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan oleh perdarahan (25%), sepsis (15%), hipertensi dalam kehamilan (12%), partus macet (8%), komplikasi aborsi tidak aman (13%). Sebagian besar penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu tersebut dapat dicegah. (Sarwono, 2008).
Mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi adalah masalah besar di negara berkembang. Pada tahun 2007 SDKI menyatakan bahwa AKI di Indonesia masih tinggi yaitu 248/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB mencapai 35/1000 kelahiran hidup.
Di Indonesia Departemen Kesehatan telah membuat rencana strategi Nasional Making Pregnancy Safer yaitu : (1) menurunkan AKI sebesar 75 % pada tahun 2015 menjadi 115/100.000 kelahiran hidup dan (2) menurunkan AKB menjadi kurang dari 35/1000 kelahiran hidup pada tahun 2015.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 sebesar 228/100.000 kelahiran hidup, penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan 60-70%, infeksi 10-20 % dan eklampsi 10-20%. Sedangkan AKB sebesar 34/1000 kelahiran hidup. Penyebab angka kematian bayi diantaranya yaitu asfiksia 27%, BBLR 29%, tetanus neonatorum 10%, masalah pemberian makanan 10%, gangguan hematologic 6%, infeksi 5%, dan lain-lain 13%
. ( BPS, 2008).
Hipertensi menyebabkan gangguan sekitar 5 -10 persen dari seluruh kehamilan, dan dapat menjadi suatu komplikasi yang mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan angka kematian ibu. Dengan hipertensi, sindrom preeklampsia, baik sendiri atau yang berasal dari hipertensi kronis, adalah yang paling berbahaya.
WHO meninjau secara sistematis angka kematian ibu di seluruh dunia (Khan dan rekan, 2006), di negara-negara maju, 16 persen kematian ibu disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya.
Perdarahan 13 persen, aborsi 8 persen, dan sepsis 2 persen.
Klasifikasi yang dipakai di Indonesia adalah berdasarkan Report of the National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy tahun 2000, yang menjelaskan Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan
. Efek hipertensi kronik pada kehamilan adalah solution plasenta, preeclampsia, gangguan perinatal hingga kerusakan organ-organ vital tubuh dikarenakan hipertensinya (Saifuddin, 2001).
Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan dalam pengawasan selama kehamilan ialah dengan melalui pendidikan kesehatan yang berkesinambungan baik formal maupun non formal. Dalam kaitannya dengan kaitannya dengan hal ini, bidan sebagai ujung tombak pelayanan asuhan kebidanan harus dapat berperan lebih besar, tidak hanya pengawasan pada ibu selama kehamilannya namun juga sebagai pendamping atau penolong persalinan, pengawasan dan perawatan ibu selama masa nifas serta perawatan bayi baru lahir.( Saifudin, 2006)
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merasa tertarik mengambil studi kasus di Puskesmas kecamatan Menteng. Untuk itu penulis membuat asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N G2P1A0 dengan Hipertensi dalam kehamilan.
1.2    Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Diharapkan dapat memberikan pelayanan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dengan pendokumentasian manajemen varney dan pendokumentasian secara metode SOAP.
1.2.2        Tujuan Khusus
1.        Dapat melaksanakan asuhan kebidanan komperhensif dengan pendekatan manajemen asuhan kebedanan pada Ny. N selama masa kehamilan trimester III di  Puskesmas Menteng.
2.        Dapat melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekalan manajemen asuhan kebidanan pada Ny. N selama masa persalinan di Puskesmas Menteng.
3.        Dapat melaksanankan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan manajemen pada Ny N selama masa nifas di Puskesmas Menteng.
4.        Dapat melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan manajemen kebidanan pada bayi baru lahir Ny. N di Puskesmas Menteng.
5.        Dapat mendokumentasikan dengan metode Tujuh Langkah Varney dan SOAP di Puskesmas Menteng.
1.3    Ruang Lingkup
Dalam penulisan study kasus ini, penulis melakukan asuhan kebidanan pada Ny. N mulai kehamilan 35 minggu sampai nifas 6 minggu dari tanggal 25 Oktober 2012 sampai Desember 2012 dan penulis mengambil tempat pemeriksaan di Puskesmas kecamatan Menteng dan kunjungan rumah.
1.4    Manfaat Penulisan
1.4.1        Bagi Mahasiswa
Menambah wawasan mahasiswa kebidanan tentang gambaran kejadian hipertensi dalam kehamilan dan penanganannya sebagai wujud atau aplikasi dari ilmu yang di dapat dalam perkuliahan.

1.4.2        Bagi Institusi Pelayanan
Sebagai bahan masukan atau informasi bagi pelayanan kebidanan dalam rangka meningkatkan pelayanan kebidanan baik di Puskesmas maupun daerah setempat.
1.4.3        Bagi Institusi Pendidikan
1.      Sebagai bahan tambahan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama pada kasus hipertensi dalam kehamilan, dan penanganannya bagi peserta didik.
2.      Sebagai bahan masukan untuk penulisan selanjutnya yang berkaitan dengan masalah hipertensi dalam kehamilan.

Related Posts:

0 Response to "KTI Asuhan kebidanan pada Ny. N mulai kehamilan 35 minggu sampai nifas 6 minggu dari tanggal 25 Oktober 2012 sampai Desember 2012"

Posting Komentar