BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sebagai kodrat wanita pasti ingin memiliki
keturunan. Sebelum mendapatkan keturunan ada masa yang harus dilewati yaitu
masa kehamilan. Pada masa kehamilan wanita melewati
proses yang cukup panjang. Walaupun kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru
lahir adalah proses yang alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita, namun
dapat terjadi kemungkinan berkembang menjadi patologis. Oleh sebab itu
tingginya kasus mortalitas dan morbiditas ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan oleh perdarahan
(25%), sepsis (15%), hipertensi dalam kehamilan (12%), partus macet (8%),
komplikasi aborsi tidak aman (13%). Sebagian besar penyebab utama mortalitas
dan morbiditas ibu tersebut dapat dicegah. (Sarwono,
2008).
Mortalitas dan morbiditas pada ibu dan
bayi adalah masalah besar di negara berkembang. Pada tahun 2007 SDKI menyatakan
bahwa AKI di Indonesia masih tinggi yaitu 248/100.000 kelahiran hidup,
sedangkan AKB mencapai 35/1000 kelahiran hidup.
Di Indonesia Departemen Kesehatan telah membuat rencana strategi Nasional
Making Pregnancy Safer yaitu : (1) menurunkan AKI sebesar 75 % pada tahun 2015
menjadi 115/100.000 kelahiran hidup dan (2) menurunkan AKB menjadi kurang dari
35/1000 kelahiran hidup pada tahun 2015.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 sebesar 228/100.000 kelahiran hidup, penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan 60-70%, infeksi 10-20 % dan eklampsi 10-20%. Sedangkan AKB sebesar 34/1000 kelahiran hidup. Penyebab angka kematian bayi diantaranya yaitu asfiksia 27%, BBLR 29%, tetanus neonatorum 10%, masalah pemberian makanan 10%, gangguan hematologic 6%, infeksi 5%, dan lain-lain 13%. ( BPS, 2008).
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 sebesar 228/100.000 kelahiran hidup, penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan 60-70%, infeksi 10-20 % dan eklampsi 10-20%. Sedangkan AKB sebesar 34/1000 kelahiran hidup. Penyebab angka kematian bayi diantaranya yaitu asfiksia 27%, BBLR 29%, tetanus neonatorum 10%, masalah pemberian makanan 10%, gangguan hematologic 6%, infeksi 5%, dan lain-lain 13%. ( BPS, 2008).
Hipertensi menyebabkan gangguan sekitar
5 -10 persen dari seluruh kehamilan, dan dapat menjadi suatu komplikasi yang
mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap
morbiditas dan angka kematian ibu. Dengan hipertensi, sindrom preeklampsia, baik sendiri atau
yang berasal dari hipertensi kronis, adalah yang paling berbahaya.
WHO meninjau secara sistematis angka kematian ibu di seluruh dunia (Khan dan rekan, 2006), di negara-negara maju, 16 persen kematian ibu disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya.
WHO meninjau secara sistematis angka kematian ibu di seluruh dunia (Khan dan rekan, 2006), di negara-negara maju, 16 persen kematian ibu disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya.
Perdarahan 13 persen, aborsi 8 persen, dan sepsis 2 persen.
Klasifikasi yang dipakai di Indonesia adalah berdasarkan Report of the National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy tahun 2000, yang menjelaskan Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan. Efek hipertensi kronik pada kehamilan adalah solution plasenta, preeclampsia, gangguan perinatal hingga kerusakan organ-organ vital tubuh dikarenakan hipertensinya (Saifuddin, 2001).
Klasifikasi yang dipakai di Indonesia adalah berdasarkan Report of the National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy tahun 2000, yang menjelaskan Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan. Efek hipertensi kronik pada kehamilan adalah solution plasenta, preeclampsia, gangguan perinatal hingga kerusakan organ-organ vital tubuh dikarenakan hipertensinya (Saifuddin, 2001).
Salah satu pencegahan yang dapat
dilakukan dalam pengawasan selama kehamilan ialah dengan melalui pendidikan
kesehatan yang berkesinambungan baik formal maupun non formal. Dalam kaitannya
dengan kaitannya dengan hal ini, bidan sebagai ujung tombak pelayanan asuhan
kebidanan harus dapat berperan lebih besar, tidak hanya pengawasan pada ibu
selama kehamilannya namun juga sebagai pendamping atau penolong persalinan,
pengawasan dan perawatan ibu selama masa nifas serta perawatan bayi baru lahir.(
Saifudin, 2006)
Berdasarkan
latar belakang tersebut, penulis merasa tertarik mengambil studi kasus di
Puskesmas kecamatan Menteng. Untuk itu penulis membuat asuhan kebidanan komprehensif
pada Ny. N G2P1A0
dengan Hipertensi dalam kehamilan.
1.2
Tujuan
1.2.1
Tujuan Umum
Diharapkan dapat memberikan pelayanan
asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru
lahir dengan pendokumentasian manajemen varney dan pendokumentasian secara
metode SOAP.
1.2.2
Tujuan Khusus
1.
Dapat melaksanakan asuhan kebidanan komperhensif dengan
pendekatan manajemen asuhan kebedanan pada Ny. N selama masa kehamilan trimester
III di Puskesmas Menteng.
2.
Dapat melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif dengan
pendekalan manajemen asuhan kebidanan pada Ny. N selama masa persalinan di Puskesmas
Menteng.
3.
Dapat melaksanankan asuhan kebidanan komprehensif dengan
pendekatan manajemen pada Ny N selama masa nifas di Puskesmas Menteng.
4.
Dapat melaksanakan asuhan kebidanan
komprehensif dengan pendekatan manajemen kebidanan pada bayi baru lahir Ny. N di Puskesmas Menteng.
5.
Dapat mendokumentasikan dengan metode Tujuh Langkah Varney
dan SOAP di Puskesmas Menteng.
1.3
Ruang Lingkup
Dalam penulisan study kasus ini, penulis melakukan asuhan kebidanan pada
Ny. N mulai kehamilan 35 minggu sampai nifas 6 minggu dari tanggal 25 Oktober
2012 sampai Desember 2012 dan penulis mengambil tempat pemeriksaan di Puskesmas
kecamatan Menteng dan kunjungan rumah.
1.4
Manfaat Penulisan
1.4.1
Bagi Mahasiswa
Menambah wawasan mahasiswa kebidanan tentang gambaran kejadian hipertensi dalam kehamilan dan
penanganannya sebagai
wujud atau aplikasi dari ilmu yang di dapat dalam perkuliahan.
1.4.2
Bagi Institusi Pelayanan
Sebagai bahan masukan atau informasi bagi pelayanan kebidanan dalam
rangka meningkatkan pelayanan kebidanan baik di Puskesmas maupun daerah
setempat.
1.4.3
Bagi Institusi Pendidikan
1.
Sebagai
bahan tambahan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama pada kasus hipertensi dalam
kehamilan, dan penanganannya bagi
peserta didik.
2.
Sebagai
bahan masukan untuk penulisan selanjutnya yang berkaitan dengan masalah
hipertensi dalam kehamilan.
0 Response to "KTI Asuhan kebidanan pada Ny. N mulai kehamilan 35 minggu sampai nifas 6 minggu dari tanggal 25 Oktober 2012 sampai Desember 2012"
Posting Komentar